Toyota mengumumkan rencana peluncuran versi listrik dari model C-HR yang akan diberi nama C-HR+ pada tahun 2026. SUV ini direncanakan untuk pasar Amerika Serikat dan akan berada di bawah model bZ4X dalam jajaran produk Toyota.
Meskipun menggunakan nama C-HR, C-HR+ tidak berbagi platform dengan model SUV tersebut. Sebaliknya, mobil ini akan menggunakan platform TNGA 2.0 yang sama dengan bZ4X. Desain C-HR+ terlihat agresif dengan lampu utama yang menyipit, dan memiliki beberapa kesamaan desain dengan bZ4X.
Toyota menyatakan bahwa C-HR+ lebih ditujukan untuk konsumen yang masih lajang atau pasangan muda, sementara bZ4X lebih difokuskan untuk keluarga. Mengingat biaya tinggi dalam mengembangkan mobil listrik dari awal, Toyota memilih untuk menggunakan powertrain yang serupa dengan bZ4X.
C-HR+ akan dilengkapi dengan baterai berkapasitas 57,7 kWh dan motor listrik tunggal yang terpasang di roda depan. Tenaga yang dihasilkan mencapai 165 Tk, dengan jarak tempuh sekitar 455 km. Untuk akselerasi, C-HR+ dapat melaju dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 8,6 detik.
Toyota juga menawarkan versi yang lebih tinggi dengan kapasitas baterai 77 kWh. Tipe ini memiliki tenaga yang lebih besar, mencapai 221 Tk, namun jarak tempuhnya sedikit lebih pendek, yaitu 373 km, dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam 7,4 detik.
Untuk tipe tertinggi, C-HR+ akan dilengkapi dengan sistem penggerak semua roda (AWD) dan baterai 77 kWh, menghasilkan tenaga maksimum 338 Tk, jarak tempuh 525 km, dan akselerasi 0-100 km/jam hanya dalam 5,2 detik.
Hingga saat ini, belum ada informasi apakah C-HR+ akan dipasarkan di Indonesia. Saat ini, model bZ4X saja masih dijual dengan sistem spot order. Peluncuran C-HR+ diharapkan dapat menambah pilihan bagi konsumen yang mencari SUV listrik dengan desain yang menarik dan performa yang handal.