Setelah menunjukkan dominasi yang mengesankan pada seri pembuka, Marc Marquez kembali diunggulkan menjelang balapan kedua MotoGP Argentina 2025. Sirkuit Termas de Rio Hondo di Santiago, Argentina, menjadi tempat di mana Marquez memiliki sejarah yang kuat, dengan tiga kemenangan sejak GP Argentina kembali ke kalender pada tahun 2014.
Selama masa kejayaannya, Marquez dikenal sebagai pembalap yang sulit dikalahkan di sirkuit ini. Kemenangan terakhirnya di Argentina terjadi pada tahun 2019, sebelum ia terpaksa menghadapi cedera panjang dan krisis performa. Dalam beberapa kesempatan, kegagalannya meraih kemenangan disebabkan oleh kecelakaan setelah memimpin atau terkena penalti.
Karakter sirkuit yang memiliki grip rendah mendukung kemampuan Marquez untuk beradaptasi dengan baik. Namun, tahun ini menjadi tantangan baru bagi semua pembalap, mengingat GP Argentina tidak diadakan tahun lalu. “Marc bermain-main dengan kami… dia jauh lebih cepat,” ungkap rekan setimnya, Francesco Bagnaia, setelah melihat performa Marquez yang tak tertandingi di balapan pertama.
Kini, publik bertanya-tanya siapa yang bisa menandingi kecepatan Marquez. Di antara 21 pembalap lainnya, satu nama mencuat: Marco Bezzecchi. Bezzecchi, yang merupakan murid Valentino Rossi, telah mencatatkan dua kemenangan di GP Argentina, termasuk satu di kelas Moto2. Debutnya di MotoGP Argentina dua tahun lalu juga mengesankan, di mana ia berhasil finis di posisi kesembilan setelah memulai dari posisi belakang.
Pada tahun 2023, Bezzecchi menunjukkan performa yang kuat dengan meraih posisi runner-up di balapan Sprint dan kemenangan di balapan GP. “Saya senang kembali ke Argentina, sebuah trek yang saya sukai,” kata Bezzecchi setelah seri GP Thailand. “Saya sudah tahu bahwa pada Senin malam nanti, saya akan merasa ingin pergi balapan lagi.”
Musim ini, Bezzecchi bergabung dengan Aprilia Racing, yang memberinya modal lebih besar untuk bersaing di podium teratas. Aprilia telah menunjukkan performa yang kuat di Argentina dalam dua edisi terakhir, termasuk kemenangan pertama mereka di kelas MotoGP yang diraih oleh Aleix Espargaro pada tahun 2022.
Meskipun Bezzecchi telah menemukan kenyamanan dengan motor Aprilia RS-GP, ia menyadari bahwa ia perlu meningkatkan kecepatan satu lap untuk mendapatkan posisi start yang lebih baik. Di GP Thailand, ia hanya mampu meraih posisi kesembilan dalam kualifikasi, yang bukan merupakan posisi ideal untuk bersaing dengan Marquez.
“Sayang sekali dalam kecepatan satu lap saya masih belum bagus, dan itu adalah sesuatu yang perlu saya perbaiki,” ungkap Bezzecchi. “Motornya kompetitif, tetapi saya harus menerjemahkan RS-GP dengan lebih baik.”
Seri MotoGP Argentina 2025 akan berlangsung pada 14-16 Maret 2025, dan semua mata akan tertuju pada bagaimana Bezzecchi dapat menantang Marquez di sirkuit yang menjadi favoritnya. Apakah Bezzecchi mampu mengulangi kesuksesannya dan menjadi lawan tangguh bagi Marquez? Kita tunggu aksi serunya di lintasan!