Marc Marquez diprediksi masih akan sulit untuk dikalahkan pada seri kedua MotoGP Argentina 2025. Kemenangan telak yang diraihnya di masa lalu memberikan gambaran jelas tentang kemampuannya di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Santiago, Argentina.
Marquez memiliki rekor yang sangat mengesankan dalam enam penampilannya di GP Argentina antara tahun 2014 hingga 2019. Ia berhasil meraih tiga kemenangan pada tahun 2014, 2016, dan 2019, serta mencatatkan pole position sebanyak lima kali, hanya gagal sekali pada tahun 2018.
Namun, ada juga momen-momen ketika Marquez tidak berhasil meraih kemenangan di GP Argentina. Pada musim 2015, ia sempat unggul jauh di depan, tetapi Valentino Rossi berhasil mengejar berkat strategi ban yang cerdas. Dalam usaha menyalip, Marquez mengalami insiden yang membuatnya terjatuh dan tidak dapat menyelesaikan balapan.
Di musim 2017, Marquez kembali mengalami nasib buruk dengan kecelakaan akibat selip ban depan, yang membuatnya tidak dapat melanjutkan balapan. Pada tahun 2018, ia terkena penalti ride through, tetapi berhasil bangkit dan finis di posisi kelima, meskipun secara resmi berada di posisi ke-18 karena penalti waktu 30 detik akibat insiden dengan Rossi.
Setelah berbagai kegagalan tersebut, Marquez akhirnya meraih kemenangan terakhirnya di Argentina pada tahun 2019. Memulai dari posisi terdepan, ia langsung melesat dan menciptakan jarak 3 detik dalam tiga lap pertama. Kecepatan Marquez tak tertandingi, dengan catatan waktu 1 menit 39 detik yang ia raih sebanyak 14 kali dari total 25 lap.
Jarak 12 detik tercipta di sisa satu lap antara Marquez dan dua pembalap lainnya, Andrea Dovizioso (Ducati) dan Valentino Rossi (Yamaha). Dovizioso, yang merupakan runner-up kejuaraan, dan Rossi, yang finis di peringkat ketiga klasemen musim sebelumnya, harus pasrah dengan posisi mereka. Rossi akhirnya berhasil menyusul Dovizioso, tetapi finis hampir 10 detik di belakang Marquez, yang melambat di akhir balapan.
Momen bersejarah terjadi ketika Rossi dan Marquez berjabat tangan di podium setelah balapan. Ini menjadi kejutan, mengingat sebelumnya Marquez pernah ditolak saat mengulurkan tangan kepada Rossi dalam konferensi pers di GP San Marino.
“Itu adalah momen yang tepat, Anda tahu kan?” kata Marquez dalam jumpa pers menjelang seri berikutnya di Circuit of The Americas. “Saat kita mencium perempuan, sama, di momen yang pas!” candanya. “Kesempatannya ada di sana, dan kami berdua sedang sendirian. Kami berjabat tangan sebelum podium.”
Rossi pun sepakat dengan pernyataan Marquez tentang momen tersebut. Ia menunjukkan sikap kesatria dengan mengakui performa luar biasa rivalnya. “Saya memberi selamat karena dia menjalani akhir pekan yang sangat cepat, balapan yang sangat cepat. Jadi saya pikir itu hal yang normal,” ungkap Rossi.
Rossi sendiri memiliki catatan baik di Argentina, dengan kemenangan comeback pada tahun 2015 dan menjadi runner-up di GP Argentina pada tahun 2016, 2017, dan 2019.
Seri balap MotoGP Argentina 2025 akan berlangsung pada akhir pekan ini, 14-16 Maret 2025. Semangat Rossi akan diteruskan oleh murid-muridnya, seperti Luca Marini (Honda HRC Castrol), Franco Morbidelli (Pertamina Enduro VR46), Marco Bezzecchi (Aprilia Racing), dan Francesco Bagnaia, yang kini menjadi rekan setim Marquez.